Pekerjaan ini dilanjutkan oleh penduduk Kedu yang bernama Hartman pada tahun 1835. Disamping kegiatan pembersihan, ia juga mengadakan penelitian khususnya terhadap stupa puncak Candi Borobudur, namun sayang mengenai laporan penelitian ini tidak pernah terbit. Pendokumentasian berupa gambar bangunan dan relief candi dilakukan oleh Wilsen selama 4 tahun sejak tahun 1849, sedangkan dokumen foto dibuat pada tahun 1873 oleh Van Kinsbergen. Menurut legenda Candi Borobudur didirikan oleh arsitek Gunadharma. Tetapi pendapat Casparis berdasarkan interpretasi prasasti berangka tahun 824 M dan prasasti Sri Kahulunan 842 M, pendiri Candi Borobudur adalah Smaratungga yang memerintah tahun 782-812 M pada masa dinasti Syailendra. Candi Borobudur dibangun untuk memuliakan Buddha.
Borobudur pernah menjadi pusat kedudukan dari Serlingpa, seorang guru besar yang menurunkan ajaran pelatihan Bodhicitta yang sangat berharga kepada Yang Mulia Atisha - guru besar India yang sangat berjasa dalam penyebaran ajaran Bodhicitta di Tibet. Borobudur adalah tempat suci dan bersejarah bagi umat Buddha.
Banyak Arahat, Bodhisatva, Makhluk Suci, dan Para Sangha dengan tekad yang tulus melakukan Aspirasi Agung Boddhicitta untuk mencapai ke-Buddha-an, sehingga akumulasi kebajikan yang dihasilkan akan sangat besar dan menghasilkan keberuntungan yang tak ternilai apabila kita dapat melakukan aktivitas dharma di tempat tersebut.
Sejak didirikan telah tak terhitung banyaknya makhluk, Arahat dan Bodhisatva yang membuat aspirasi agung dan tekad suci di mandala Borobudur. Oleh karena itu, bila kita melakukan hal yang sama di Borobudur, maka karma baik yang kita himpun pasti cepat berbuah.
Bagaikan menuang setetes air kebajikan ke dalam samudera yang terdiri dari akumulasi doa-doa dari seluruh energi kebajikan yang ada di alam semesta ini, sehingga kebajikan kita akan menyatu dengan samudera kebajikan di mana kebajikan kita tidak akan mengering maupun terlupakan sepanjang waktu. Demikian pelimpahan jasa kebajikan yang dilakukan dengan motivasi murni, akan tetap ada hingga tercapainya pencerahan sempurna yaitu ke-Buddhaan.
Manfaat lain yang didapat dari mengikuti Kagyu Monlam Chenmo di Borobudur adalah lokasinya yang sangat istimewa karena berbentuk mandala. Mandala berfungsi untuk menguatkan, menyempurnakan dan memperbanyak segala persembahan menjadi seluas alam semesta dan tak ada habisnya. Borobudur adalah satu-satunya candi berbentuk mandala yang terbesar di dunia, maka suatu berkah yang sangat berharga bila seseorang dapat melakukan Puja Aspirasi Agung di Mandala Borobudur.
Karena itu kita mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam serangkaian acara Puja Aspirasi Agung ini. Dengan menghadiri, mendukung, dan ikut berbahagia atas terselenggaranya acara Kagyu Monlam, akan menghasilkan akumulasi kebajikan dan manfaat yang tidak terbatas serta dapat dirasakan langsung pada kehidupan ini maupun kehidupan selanjutnya. Tujuan utama dari monlam adalah untuk mencapai ke-Buddha-an yang diawali Aspirasi Agung dengan motivasi demi kebahagiaan semua makhluk.
