Pemimpin Puja – 6th Indonesia Kagyu Mon...

Dekhung Gyaltsey Rinpoche

Pemimpin Puja – 6th Indonesia Kagyu Monlam (2014)

by admin

28 Jan 2014

Biografi Yang Terpuji Dekhung Gyaltsey Tulku Rinpoche

Yang Terpuji Dekhung Gyaltsey Tulku Rinpoche merupakan guru yang amat dihormati dalam tradisi Karma Kagyu. Rinpoche menerima gelar edukasi tertinggi filosofi Buddhis sebagai seorang Acharya dari Universitas Karma Shri Nalanda, Rumtek, Sikkim, di India. Beliau telah berperan dalam mengelola kesejahteraan keseluruhan Biara Rumtek, kedudukan utama Yang Suci Gyalwang Karmapa XVII, Ogyen Thrinley Dorje, serta biara-biara Karma Kagyu lain di sekelilingnya di Sikkim.

Rinpoche fasih berbahasa Tibet dan Mandarin dan pada saat ini mempelajari bahasa Inggris. Beliau mengajar secara ekstensif di Sikkim, Malaysia dan Australia.

Kemampuan khusus beliau dalam melakukan pengobatan melalui sistem pengobatan Tibet dan China serta akupuntur, kebijaksanaan mendalam serta welas asih beliau yang tiada batas membuat beliau menjadi tak terhingga nilainya bagi siapapun yang membutuhkan pengobatan dan bimbingannya.

Aktivitas Yang Terpuji Dekhung Gyaltsey Tulku Rinpoche

Dengan restu dari Yang Suci Gyalwang Karmapa, Yang Terpuji Dekhung Gyaltsey Tulku Rinpoche berdiam di Biara Rumtek di Sikkim, tahta suci Yang Maha Suci Gyalwang Karmapa.

Di Sikkim, dalam welas asih beliau yang tanpa batas, beliau tanpa lelah menyokong dan membantu orang-orang lanjut usia serta anak-anak yang kurang beruntung. Beliau secara murah hati juga mempersembahkan dukungannya terhadap para praktisi pertapaan Dharma. Banyak keluarga dari seluruh Sikkim telah menerima bimbingan Dharma dan bantuan pengobatan Tibet dari Rinpoche.

Di seluruh dunia, Rinpoche dengan bijak mengatur kesempatan bagi orang-orang untuk saling mendukung. Melalui kunjungannya ke Australia dan negara-negara Asia, Rinpoche membawa ajaran Buddha ke berbagai penjuru dunia. Membantu semua orang untuk merealisasikan potensi kemampuan hakiki serta hakikat keBuddhaan mereka dan dengan tanpa pamrih mendedikasikan doa-doa terhadap kesejahteraan semua makhluk dan perdamaian dunia yang merupakan bagian dari aspirasi dan aktivitas utama Rinpoche.

 

Tags:

Comments

  • Tyronne

    May 13, 2015 at 7:54 pm

    In order to increase faith or pull myelsf out of a rut, I will write a poem or attach descriptive attributes to my Lama’s qualities and repeat them to myelsf before I meditate. If that does not seem to do the job, I go back to the scriptures, as in Words of My Perfect Teacher or Mother of Knowledge, to find the inspirational stories that first fired me up years ago and if that does not do it, I pray and if that still does not do it I go to the Lama for help.One question that really seems to pull me out of a fog is to ask myelsf, Why do I love this Lama(s)?’ and I think about all of the amazing, miraculous things they have done and I do think, Wow, that is truly amazing,’ but then I also think, through all their amazingness, they simply just love me and have complete and utter faith that there is a Buddha in me waiting to pop out at any moment. That life line, and it literally feels like a life line sometimes, to me is the essence of the ultimate truth. It’s like there is not even a flicker of a doubt that there is not a Buddha in me. Their belief in me, makes me re-believe in me. Big me, Buddha me, not little me, well maybe little me too, maybe the good little me in me too, but definitely not the ego me. Well, heck maybe they love the ego me too, it is an immeasurable love I am talking about here, but I do not think they support the ego me. Okay enough about me, how about all of you?

    Reply

Leave a Reply

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>