Pemimpin Puja – 5th Indonesia Kagyu Mon...

15th-Taklung-Rinpoche

Pemimpin Puja – 5th Indonesia Kagyu Monlam (2013)

by admin

08 Feb 2013

Biografi singkat Taklung Rinpoche ke 15

Taklung Rinpoche ke 15 dilahirkan di Thimphu, Bhutan pada hari ke 15 bulan ke 4 penanggalan Tibetan disertai dengan berbagai pertanda yang berharga, diantaranya secara tiba-tiba muncul 3 mata air yang warnanya seperti susu di depan kediamannya. Air pada waktu itu bisa digunakan sebagai air minum namun setelahnya telah terkontaminasi oleh limbah cucian. Jejak dari mata air tersebut bisa dilihat hingga hari ini.

Ketika berusia tiga tahun Rinpoche dikenali oleh Yang Maha Suci Sakya Trizin Rinpoche dan Yang Maha Suci Karmapa ke-16 sebagai inkarnasi dari Taklung Rinpoche ke 14 dari garis silsilah Taklung Kagyu. Pada tahun 1978, Rinpoche dinobatkan di Rumtek, Sikkim (India) oleh Yang Maha Suci Karmapa, di hadapan empat pemangku silsilah. Di bawah naungan mereka, Rinpoche belajar sampai tahun 1986 dan menerima ikrar Bodhisattva serta beberapa pengajaran khusus dan abhisekanya. Rinpoche juga menerima Rinchen terzo (Transmisi dan abhiseka pusaka suci yang utama) secara penuh di bawah guru-guru besar vajra dari garis silsilah Karma Kagyu serta [berbagai ajaran] yang sangat bermanfaat dari guru Vajra yang berbeda di Rumtek, Sikkim.

Pada tahun 1986, di usia-nya yang ke- 8, sebagaimana disarankan oleh Yang Maha Suci Karmapa dan juga atas permintaan murid terdahulunya, pengikut dan teman-teman dharmanya, Rinpoche mulai melakukan perjalanan ke Tibet di mana ia mengunjungi Vihara terdahulunya; Taklung di Tibet timur dan mulai mempelajari berbagai Sutra, Tantra dan sastra dari Kagyue Khenchen Karma Tseten, Yang Maha Suci terakhir dari Taklung; Tsetrul Rinpoche dan guru pembimbing lainnya.

Setelah lulus studi seni Buddhis, pengobatan, dan filsafat,  Rinpoche dianugerahi gelar “Khenpo” atau profesor Buddhis di tahun 2000; dengan tradisi Tibet oleh Penchen Padma Tshewang di hadapan ribu bhiksu.

Mulai dari tahun 2003 hingga 2007, Rinpoche dengan tanpa kesulitan telah berhasil membangun berbagai vihara, sekolah dan pusat-pusat retret bagi para bhiksu dan bhiksuni. Rinpoche telah membantu yang kekurangan dan mulai dari bulan Juli 2007, Rinpoche mulai memimpin Upacara Puja untuk Perdamaian Dunia dengan lima ribu bhiksu dan bhiksuni di biara Taklung, Thubten Shedrup Ling.

Pada tahun 2009, Rinpoche mulai memimpin Upacara Puja untuk Perdamaian Dunia di Kyichu Lhakhang di Paro, Bhutan setiap tahunnya. Dan juga mulai melakukan Upacara puja tersebut di Singapura setiap tahunnya.

Terlepas dari ini, Rinpoche adalah penyair termasyur dan telah menggubah banyak puisi. Rinpoche melakukan perjalanan ke negara-negara timur dan barat dan memberikan ajaran untuk manfaat banyak makhluk serta untuk menegakkan ajaran-ajaran Sang Buddha secara keseluruhan.

 

Di tulis Oleh Khenpo Ugyen Dorji

Tags:

Comments

  • Geminis

    May 13, 2015 at 11:07 pm

    in The Torch of Certainty, how karma works is a vast and profound topic, and only snemooe who has reached a high level of realization can fully understand it. The rest of us just have to do our best! It sounds like that’s what you’re doing. From my perspective, saving snemooe from getting hit by a car would indeed be the priority; exacerbating their diabetes with a cookie would be a smaller, more distant, and less clear-cut risk. So many situations seem to fall into a gray area, where it’s not possible to benefit snemooe without incurring some other harm. Rinpoche often emphasizes the importance of our intention in any given action, and your intention is obviously to do the best you can for your Alzheimer’s clients. It sounds like a very hard job, and a way to put the teachings into practice constantly.

    Reply

Leave a Reply

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>